Janji...
Tentunya tak asing di telinga kita bukan?
Janji merupakan sebuah kata yang seolah sakral bagi kehidupan kita. Orang mengatakan jika janji itu adalah sebuah hutang. Bahkan ada pula yang menyebutkan bahwa janji tersebut akan dibawa sampai ke dunia akhirat jika kita sebagai pembuat janji belum juga menepatinya.Believe it or not, it's up to you guys. Tapi setidaknya kita berusaha untuk menepati janji yang keluar dari mulut kita sendiri.
Kita tentu tak mau memiliki predikat "orang tak bertanggung jawab". Maka dari itu perlu adanya kesadaran dari diri kita untuk menepati janji.Meskipun janji tersebut sulit untuk ditepati, setidaknya kita bertanggung jawab akan semua itu. Sebenarnya, penepatan janji itu tergantung dari diri kita sendiri.
Kita sebaiknya berkaca pada diri kita sendiri. Jika orang lain mengingkari janjinya pada kita, kita tentu akan merasa jengkel bukan? Begitu pula yang dirasakan oleh orang lain jika kita tak mengepati janji.
Memang terkadang untuk menepati janji terdapat godaan-godaan yang seolah memaksa kita untuk ingkar janji.
Misalnya saja jika suatu saat seseorang memerlukan kita untuk membantunya melakukan sesuatu yang mendadak dan kita menyanggupi serta berjanji padanya. Tapi di kemudian hari, sahabat kita meminta kita untuk membantunya juga diwaktu yang bersamaan dengan janji kita kepada seseorang lain. Kadang kita memang merasa tak enak hati untuk mengatakan tak bisa membantu kepada sahabat kita tersebut. Namun keadaan seperti memaksa kita untuk mengatakannya. Sebenarnya tak ada salahnya kita menyanggupi untuk membantu sahabat kita tersebut, namun tidak pada saat kita memiliki janji dengan orang lain. Memang berat untuk memilih pilihan seperti ini. Sebaiknya, kita tetap dalam keadaan tenang dan berkata jujur kepada sahabat kita itu jika kita telah mempunyai janji dengan orang lain yang sangat membutuhkan bantuan. Setidaknya, sahabat kita tersebut dapat mengerti dengan apa yang sedang kita hadapi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


